Monday, April 27, 2020

JANGAN TUNGGU TERLAMBAT

Aku tahu kamu resah,
Aku tahu kamu bimbang,
Tapi kenapa kamu tak beranjak ?
Melangkah menuju arah yang seharusnya,

Bukankah itu yang kamu inginkan ?
Bukankah itu yang sangat kamu dambakan ?
Lantas mengapa kamu masih diam ?
Tak sedikitpun sikapmu menunjukkan bahwa kamu sangat menginginkannya

Apa harus menunggu nanti ?
Menunggu saat semuanya berakhir,
Menunggu saat semuanya tak lagi terlihat dimatamu,
Bahkan sampai kamu mencari ke segala penjuru bumi,

Kejarlah saat hal itu masih nampak,
Gapailah saat hal tersebut masih nyata,
Simpan dan jangan pernah kamu lepaskan,
Jangan menunggu sampai terlambat,
Hingga semuanya berakhir dalam sebuah kata,
Penyesalan.

Sampaikanlah walau hasilnya tak seperti yang kamu harapkan,
Genggamlah walau hanya dapat kamu rasakan sesaat,
Karena setidaknya kamu pernah merasakan arti sebuah perjuangan,
Daripada tidak ada yang kamu dapat dan rasakan sama sekali.

Sunday, April 5, 2020

Kepada wanita yang aku cinta

Mungkin kamu memang belum memahami maksud dan tujuan ku mendekatimu, kamu mungkin memiliki segudang pertanyaan yang ada dalam kepalamu, atas apa yang telah kulakukan selama ini. Bukan maksudku untuk membuatmu bingung, atau terasa dihantui oleh bayang-bayang diriku. Niatku tulus. Aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius denganmu.

Jika memang caraku menyampaikan, langkahku untuk mendekatimu, membuatmu tak nyaman, dan terasa salah, tolong sampaikan. Dan jika memang kamu tak menginginkannya, segera bicarakan. Agar semua yang aku lakukan, dan jalan yang aku ambil tidak mengganggu kedua belah pihak.

Meskipun niat ku untuk serius ini sudah bulat, namun aku masih perlu banyak waktu untuk mempersiapkan semuanya dan lebih memperbaiki diri. Aku pun masih banyak belum paham akan hal-hal yang menyangkut masa depan. Apalagi dari segi iman dan taqwa. Masih sangat jauh dari kata "cukup" untuk calon imammu kelak. Sama halnya seperti apa yang kamu sampaikan kepadaku.

Tak banyak yang bisa kita bicarakan satu sama lain. Tak banyak waktu untuk bertatap muka. Sehingga apa yang kita bicarakan hanya hal-hal itu saja. Ingin rasanya ku tabrak waktu dan dinding-dinding penghalang, agar kiranya kita dapat berbicara lebih dalam satu sama lain. Tapi rasanya seakan mustahil. Jika ternyata dari dirimu tak menginginkannya.

Namun jika ternyata kamu juga punya pemikiran yang sama, tanda apa yang bisa membuktikannya ? Isyarat apa yang kau berikan ? Karena yang kuterima selama ini hanya sebatas kalimat biasa. Itu yang aku rasakan. Entah benar atau tidak, aku tak tahu, karena aku bukan psikolog yang bisa membaca seseorang dari sebuah kalimat atau tatapan.

Jika memang nanti sudah tiba waktunya, semoga niatku ini berbuah manis dan berakhir baik. Dan sebelum waktunya tiba aku berharap, diriku bisa menemukan isyarat dan tanda yang jelas dari dirimu, entah itu harus maju atau mundur. Teruntuk kamu, wanita yang aku cinta, perasaan ku akan tetap sama, sampai kapanpun.