Wednesday, December 25, 2019

Percayalah


Selamat malam jiwa yang sedang menanti kabar,
Selamat beristirahat raga yang lelah menanti harap,
Terlelaplah dalam balutan selimut rindu,
Menuju mimpi yang tak sempat menjadi nyata,

Jika usahamu tak menjadi hasil,
Bukan berarti kamu gagal,
Mungkin kau harus mengulanginya lagi esok,
Atau mencari jalan lain,

Jika sebuah senyum bisa menghasilkan tangis,
Kenapa harus ragu dengan kehilangan ?
Bisa saja dengan kehilangan,
Akan jadi sebuah tawa bahagia,

Seseorang yang datang dalam hidupmu,
Bukanlah tanpa arti atau hanya sekedar angin lalu,
Justru disitulah lembaran hidupmu,
Yang harus kau tulis entah itu materi atau soal ujian,

Kau mungkin bisa menghindar,
Tapi kau tak bisa melangkahi takdir,
Kau mungkin bisa berencana,
Tapi Tuhan yang menentukan jalan,

Jika kau tak suka,
Cukup bersabar dan tinggalkan,
Jika kau benar-benar menginginkannya,
Teruslah berdoa dan berusaha mendapatkannya.

Tuhan tidak tidur,
Tuhan tidak pergi,
Tuhan selalu ada disetiap langkah yang kita ambil,
Karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita,
Percayalah.

Sunday, December 22, 2019

Jalanku

Dipersimpangan aku berhenti,
Menatap tajam ke dua arah,
Kemana jalan yang harus ku ambil,
Ke arah kiri kah ?
Atau justru ke arah kanan ?

Aku dihadapkan dalam sebuah pilihan,
Terus melangkah maju,
Atau berbalik arah,
Sejatinya aku harus tetap maju,
Untuk bisa mencapai tujuanku,

Aku bimbang,
Tak tahu harus kearah mana,
Aku ragu,
Takut jika yang kupilih tak sesuai yang ku harapkan,
Tapi aku tak mau berbalik arah,
Sudah cukup panjang perjalananku hingga sampai di titik ini,

Kemana ku harus bertanya ?
Tak ada kah tanda penunjuk menuju tujuanku ?
Ku masih harus terus berjalan,
Mungkin harus ku gunakan instingku,
Dan ku harus yakin dengan pilihanku,

Ini jalanku,
Jalan yang kupilih, menuju tujuanku,
Aku percaya,
Jalan yang kupilih bukan semata-mata karena instingku,
Tapi karena, memang Tuhan telah menuliskan jalanku,
Tinggal bagaimana aku melewatinya,
Dengan penuh beban dan keraguan, atau dengan kebahagian dan tulus ikhlas.

Sunday, December 15, 2019

Lamunanku Terjatuh di Sepertiga Malam

Waktu menunjukkan pukul 11 malam kala itu,
Seperti biasa, kuhabiskan malam mingguku sendiri,
Alunan musik yang tenang diiringi bising mesin kendaraan yang melintas,
Disebuah cafe yang ada ditepi jalan,

Ditemani secangkir kopi bertabur caramel diatasnya,
Dan sepiring kentang goreng yang masih hangat,
Aku terdiam,
Menatap kosong ke salah satu sudut ruangan,
Membawaku kedalam lamunan,

Sesekali kuteguk kopi itu,
Ya, rasanya seperti kopi kebanyakan,
Yang membedakan hanya rasa manis dari karamelnya,
Dan mungkin itu yang membedakan cafe ini dari cafe lainnya,
Seperti ada racikan khusus dalam pembuatannya,
Namun tetap tak bisa membuyarkan lamunanku,

Yang terlintas dalam lamunanku, semua tentang dirinya
Sedang apa dan dimana ?
Bagaimana harinya ?
Apakah baik-baik saja ? Atau malah sebaliknya ?
Should i ask her ?
Aku rasa tak perlu,
Karena aku tahu kalau dia pasti baik-baik saja,
Mungkin aku saja yang terlalu khawatir,

Kuteguk kembali kopi itu,
Dan kulanjutkan lamunanku,
Sesekali nampak orang-orang keluar masuk kedalam cafe,
Tak ku hiraukan,
Dan lagi, hanya dirinya yang kembali masuk kedalam lamunanku,
Kegelisahan membawaku kedalam banyak pertanyaan,
Yang aku pun tak tahu jawabannya,

Pagi kian menjelang,
Hampir habis sisa kopi dalam cangkir,
Dan hangat kentang goreng sudah tak lagi terasa,
Lantunan musik 4.20 semakin membuatku nyaman,
Aku tenang,
Aku berfikir,
Mungkin esok, atau minggu depan,
Ya, maybe tomorrow i must.....
"Excuse me sir.."
Seorang waiters menghentikan lamunanku,
Memberitahukan bahwa cafe akan segera tutup,

Sepertinya sudah cukup lama aku melamun disini,
Waktu menunjukkan pukul 1 pagi,
Ya, Lamunanku Terjatuh di Sepertiga Malam,
Ku bersiap dan mulai beranjak dari kursi yang sudah membuatku nyaman selama 2 jam ini,
Kulihat sekeliling dan memang meja dan kursi sudah tersusun rapih kembali,
Dan beberapa sudut ruangan juga sudah terlihat gelap tak ada cahaya,

Aku beranjak dari kursi ku,
Menuju kasir seraya berkata,
Ya, mungkin besok aku akan mengatakan semuanya,
Ini saatnya aku kembali, menuju rutinitas nyataku.

Tuesday, December 10, 2019

Istirahatlah Sejenak

Selamat malam,
Wahai sosok indah yang ada di ujung jalan,
Kulihat dirimu begitu gelisah,
Diantara hiruk pikuk suasana sekitar,
Yang hampir tak pernah hilang suaranya,

Ku dengar sebentar lagi mimpi kecilmu terwujud,
Apa itu benar ?
Jika iya, aku turut berbahagia akan hal itu,
Jika tidak, bersabarlah, akan ada jalan lain menuju keberhasilan yang selama ini telah engkau perjuangkan,

Jangan memaksa,
Jika memang lelah, dan tak sanggup bangkit,
Beristirahatlah sejenak,
Berilah sedikit nafas untuk banyak waktu yang telah kamu korbankan,
Jangan biarkan waktu menenggelamkanmu dari kehidupan nyatamu,

Ingat, kamu tak sendiri didunia ini,
Masih banyak hal-hal yang perlu kamu temui diluar sana,
Yang mungkin bisa jadi jalan pintas untuk menggapai mimpimu,
Bersantailah sesaat, sebelum memulai kembali pertarungan,
Karena dalam hidup, kamu juga perlu warna untuk bisa bahagia,
Maka, nikmatilah prosesnya.

Sunday, December 8, 2019

Dariku, yang pernah jadi yang Terkasih


Dear kamu,

Apa kabar ?
Lama tak jumpa.
Hari ini kulihat senyummu di sudut sana,
Tertawa bahagia,
ya, sangat bahagia,
Senang rasanya melihat dirimu sebahagia itu sekarang,
Terasa lepas dari semua ujian yang kau lewati sebelumnya,

Di sudut ruangan yang tertutup samar oleh dinding kaca,
Terlihat seseorang yang sedang bersamamu saat itu,
Kulihat dirimu begitu menikmati obrolan berdua dengannya,
Mungkin itu salah satu alasan kau bisa tertawa sebahagia itu,
Yang tak pernah kulihat sebelumnya saat bersama diriku,

Terlalu munafik memang jika aku berkata, aku bahagia melihat dirimu bahagia, bersamanya,
Ya, aku cemburu,
Aku iri,
Aku egois,
Wajar jika kala itu kau pergi meninggalkanku,
Tak salah jika kau menghilang dari hidupku,

Tapi sekarang,
Kau memang telah bahagia,
Dengannya, bukan denganku,

Maafkan aku,
Jika selama kau bersamaku,
Lebih banyak hal yang membuatmu terbelenggu,
Lebih banyak hal yang menguras tenagamu untuk menghiburku,
Lebih banyak hal yang mungkin telah kau korbankan untukku,

Terimakasih, karena dulu kau telah menghiburku,
Terimakasih, untuk banyak hal yang telah kau korbankan untukku,
Terimakasih, karena telah menjadi bagian dari hidupku,

Salam hangat untukmu,
Dariku, yang pernah jadi yang Terkasih.

Saturday, December 7, 2019

Izinkan Aku Mencintaimu Sampai Nanti


Sejak pertama ku lihat dirimu,
Aku tahu,
Dirimu pantas masuk dalam daftar prioritas utamaku,
Walaupun aku tak tahu,
Alasan apa yang membuatku memilihmu untuk masuk kedalam daftar prioritas utamaku,

Segala cara aku lakukan,
Segala upaya aku keluarkan,
Semata-mata hanya karena aku tak ingin kehilangan dirimu,

Berkali-kali timbul rasa lelahku,
Berkali-kali pula muncul rasa khawatirku,
Dan tak hanya sekali terlintas rasa penasaranku,

Ya...
Aku tak banyak mengenal dirimu,
Aku juga tak tahu banyak akan latar belakangmu,
Dan hal itulah yang membuat diriku semakin bersemangat,
Untuk bisa tahu tentang dirimu lebih dalam,

Cantik, itu yang aku lihat darimu,
Semangat dan pantang menyerah, yang selalu muncul dalam setiap aktivitasmu,
Fokus, yang selalu tertanam pada dirimu,
Dan harapan, yang selalu terlukis dari pandanganmu,

Tatapan dan senyuman pertamamu masih tergambar jelas di memori ingatanku,
Aku tak ingin menghapusnya,
Aku tak ingin melupakannya,
Aku ingin hal tersebut selalu ada dan menjadi penyemangat setiap pagiku, disetiap awal aktivitasku,

Jangan pernah pergi,
Jangan pernah menjauh,
Aku ingin kau tetap tinggal,
Aku ingin kau tetap disini,
Menjadi alasan semangatku,
Menjadi tujuan terbesar dalam hidupku,

Jika nanti memang kau harus pergi,
Jika nanti memang kau harus menjauh,
Satu hal yang aku minta darimu,
Izinkan aku mencintaimu sampai nanti.

New Chapter, New Life



Bismillah..
Assalamu'alaikum..
Hai…👋👋

Kenalin, nama gue Adi, ya walaupun di SMA sampe kuliah rata-rata manggilnya Andri, mungkin karena nama tengah gue yang lebih familiar buat dijadiin nama panggilan. But, sekarang kayaknya gue lebih suka dengan nama panggilan yang diberikan orang tua gue buat gue. Ya… terserah sih kalian mau kenal gue dan panggil gue dengan nama apa, karena emang ada beberapa nama panggilan yang tersematkan di diri gue semenjak gue SMA sampe sekarang.

Btw, nama lengkap gue Muhamad Andricha Pringadi, nama yang paling bagus yang diberikan kedua orang tua gue dan dinama itu juga tersemat gabungan dari nama kedua orang tua gue, and gue bangga akan hal itu.

Percaya atau enggak, gue pernah punya khayalan, ketika nanti gue punya anak, ya gue juga pengen ngasih nama anak gue dengan gabungan dari nama gue sendiri dan nama istri gue nanti haha. Kayaknya lucu aja gitu jadi kemana pun anak gue nanti melangkah, akan tetep ada nama orang tuanya di diri dia, karena nama itu kan doa, ya kan ??

Tapi yang jelas, apa pun nama yang menjadi panggilan gue bagi orang lain, gue gak akan permasalahin hal itu, selama tidak ada kata-kata kasar dan menyakitkan di dalam nama panggilan gue yang mereka sematkan.

Anyway, akan banyak hal yang akan gue tuangin disini, anything. Rindu rasanya menuangkan segala keluh kesah kehidupan kedalam sebuah tulisan seperti ini. It’s been years ago to make article like this. And its time to do it again. Yaa… semoga dengan awal yang baru ini bisa membuat gue menjadi lebih bahagia dalam menjalani aktivitas keseharian gue.

This first article is the first step towards peace of heart. Semoga tidak ada halangan dalam melanjutkan tulisan ini. And this article is only to vent all hearts, not to gain sympathy and existence. See you on the next article. Bye….

Assalamu’alaikum….