Sunday, December 15, 2019

Lamunanku Terjatuh di Sepertiga Malam

Waktu menunjukkan pukul 11 malam kala itu,
Seperti biasa, kuhabiskan malam mingguku sendiri,
Alunan musik yang tenang diiringi bising mesin kendaraan yang melintas,
Disebuah cafe yang ada ditepi jalan,

Ditemani secangkir kopi bertabur caramel diatasnya,
Dan sepiring kentang goreng yang masih hangat,
Aku terdiam,
Menatap kosong ke salah satu sudut ruangan,
Membawaku kedalam lamunan,

Sesekali kuteguk kopi itu,
Ya, rasanya seperti kopi kebanyakan,
Yang membedakan hanya rasa manis dari karamelnya,
Dan mungkin itu yang membedakan cafe ini dari cafe lainnya,
Seperti ada racikan khusus dalam pembuatannya,
Namun tetap tak bisa membuyarkan lamunanku,

Yang terlintas dalam lamunanku, semua tentang dirinya
Sedang apa dan dimana ?
Bagaimana harinya ?
Apakah baik-baik saja ? Atau malah sebaliknya ?
Should i ask her ?
Aku rasa tak perlu,
Karena aku tahu kalau dia pasti baik-baik saja,
Mungkin aku saja yang terlalu khawatir,

Kuteguk kembali kopi itu,
Dan kulanjutkan lamunanku,
Sesekali nampak orang-orang keluar masuk kedalam cafe,
Tak ku hiraukan,
Dan lagi, hanya dirinya yang kembali masuk kedalam lamunanku,
Kegelisahan membawaku kedalam banyak pertanyaan,
Yang aku pun tak tahu jawabannya,

Pagi kian menjelang,
Hampir habis sisa kopi dalam cangkir,
Dan hangat kentang goreng sudah tak lagi terasa,
Lantunan musik 4.20 semakin membuatku nyaman,
Aku tenang,
Aku berfikir,
Mungkin esok, atau minggu depan,
Ya, maybe tomorrow i must.....
"Excuse me sir.."
Seorang waiters menghentikan lamunanku,
Memberitahukan bahwa cafe akan segera tutup,

Sepertinya sudah cukup lama aku melamun disini,
Waktu menunjukkan pukul 1 pagi,
Ya, Lamunanku Terjatuh di Sepertiga Malam,
Ku bersiap dan mulai beranjak dari kursi yang sudah membuatku nyaman selama 2 jam ini,
Kulihat sekeliling dan memang meja dan kursi sudah tersusun rapih kembali,
Dan beberapa sudut ruangan juga sudah terlihat gelap tak ada cahaya,

Aku beranjak dari kursi ku,
Menuju kasir seraya berkata,
Ya, mungkin besok aku akan mengatakan semuanya,
Ini saatnya aku kembali, menuju rutinitas nyataku.

No comments:

Post a Comment